“Emang orang-orang yg ‘ngelatih’ lo buat bermental-kuat-di-saat-tertekan itu punya mental-kuat-di-saat-tertekan?”
You so 2000-and-late, plus kalo berpendidikan harusnya tau bedanya bullying dan mendidik.
World leaders are meeting in New York on Saturday to find better ways to help millions of people suffering drought and famine in the Horn of Africa and to prevent similar future crises.
The Summit will also aim to raise vital funds for needs in the region. The Horn of Africa Drought appeals still need almost USD$700 million to continue responding to this crisis.
How can you help?
I got two new nicks!
First one is พายุ, Thai word for storm, and Tetsu in Japanese. The latter can refer to 哲 which means wisdom or 鉄 for iron. :D
Liburan kemarin, keluarga kami lengkap di salah satu mobil di jalan tol Tangerang-Merak. Mendadak ayah saya nostalgia: ia nyaris terbunuh racun buatan bibinya sendiri.
Saya kira ia bercanda. Nyaris, dan ia hidup sampai sekarang.
“Mungkin belum boleh saya mati,” racunnya ditelan oleh adik kandung ayah saya. Dan baru hari itu saya tahu kalau ada seorang paman yang belum pernah sekalipun saya kenal. Bahkan saat saya menulis ini, saya sudah lupa namanya. Tapi walaupun begitu, saya bersyukur. Karena kalau tidak, maka orang lainlah yang akan menulis ini, dan pada akhirnya dia akan tetap bersyukur. Paman itu meninggal karena racun yang diperuntukkan bagi ayah saya. Selamat; tapi ini persis sinetron. Atau sinetron yang persis dengan ini? Mana yang persis mana? Itu intinya.
Sepanjang 19 tahun hidup saya, yang saya tahu debat itu minimal harus ada dua kelompok. Ya, tiga kelompok atau lebih juga boleh lah. Toh nanti ujungnya dijamin terpolarisasi jadi dua kok: Afirmatif - Negatif; Pemerintah - Oposisi, dll.
`
10/12/2010
PS: Kalau debat sendirian, namanya apa ya? Beritahu saya!
In the mean time, I wouldn’t pick a circle; a pentagon; a hexagon; a triangle; or any but one. I would pick the one that represents:
Stability, truth, knowledge, perfection, completion, and eternity.
This shape is known as one of the five Platonic Solids. It has six square faces, eight vertices, and twelve edges. It’s the earth element, the root of chakra, and used for grounding.
If you think you don’t have those criteria, let me tell you this: I won’t pick you! Because the Greek have this shape for Kingship.
‘
10/12/2010
PS: I’m in shape! #justsaying
Akhirnya kemarin saya tahu kenapa begitu mudahnya untuk melenggang di lomba debat kelas Banten. Kata teman saya - yang adalah adik dari teman saya juga, karena juri (biasanya dapat sebutan khusus: adjudicator) bertugas saat itu bukannya orang profesional yang paham debat, tapi sekedar bapak-bapak berseragam diknas yang kebetulan menguasai minimal empat tenses dalam bahasa Inggris.
Kok bisa?
Intinya sih satu, mereka punya otoritas untuk menentukan siapa jadi apa. Semua tahu, minimal mereka punya baju seragam yang menyatakan itu kan? Urusan alasan sampingannya, bisa dibuat-buat lah. Katanya sih itu juga bisa jadi kerjaan untuk dapat uang sampingan.
Ya, seragamnya itu bisa dipandang sebagai simbol otoritasnya.
`
10/06/2010
PS: Ada kasus serupa: mentang-mentang bangga punya seragam, lalu mendadak punya otoritas. Mungkin berkaca dari status quo. Tidak salah sih.
Eksis - Ekses, bedanya tipis: cuma satu karakter.
`
10/06/2010
PS: Karakter kamu yang mana?
Saya tulis ini bukan karena jadi connector untuk The Climate Project. Tapi ini memang terinspirasi dari salah satu adegan di The Inconvenient Truth Al Gore yang mendunia itu.
Ini bukan soal global warming!
`
Al Gore bilang kalau manusia kebanyakan seperti kodok hijau dalam bejana yang dipanaskan. Kalau suhunya mendadak dinaikkan, si kodok hijau segera sadar. Tapi kalau dinaikkan pelan-pelan, si kodok hijau tidak sadar-sadar dan berakhir tragis.
Manusia memang seperti itu sih: harus ada kejadian luar biasa dan berakhir tragis dulu baru bertindak. Iyakah?
Ya, setidaknya beberapa (atau banyak?) manusia yang saya tahu memang seperti si kodok hijau.
`
10/02/2010
PS: Kamu mau jadi kodok hijau? Nanti jadi sama dengan si kodok biru.